Sabtu, 05 Januari 2013

Biografi Ibnu Sina

Ibnu Sina


Syeikhur Rais, Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina, yang dikenal dengan sebutan Ibnu Sina atau Aviciena lahir pada tahun 370 hijriyah di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara. Sejak masa kanak-kanak, Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Kecerdasannya yang sangat tinggi membuatnya sangat menonjol sehingga salah seorang guru menasehati ayahnya agar Ibnu Sina tidak terjun ke dalam pekerjaan apapun selain belajar dan menimba ilmu.

Dengan demikian, Ibnu Sina secara penuh memberikan perhatiannya kepada aktivitas keilmuan. Kejeniusannya membuat ia cepat menguasai banyak ilmu, dan meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalam bidang kedokteran. Beliau pun menjadi terkenal, sehingga Raja Bukhara Nuh bin Mansur yang memerintah antara tahun 366 hingga 387 hijriyah saat jatuh sakit memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya.

Berkat itu, Ibnu Sina dapat leluasa masuk ke perpustakaan istana Samani yang besar. Ibnu Sina mengenai perpustakan itu mengatakan demikian;

“Semua buku yang aku inginkan ada di situ. Bahkan aku menemukan banyak buku yang kebanyakan orang bahkan tak pernah mengetahui namanya. Aku sendiri pun belum pernah melihatnya dan tidak akan pernah melihatnya lagi. Karena itu aku dengan giat membaca kitab-kitab itu dan semaksimal mungkin memanfaatkannya... Ketika usiaku menginjak 18 tahun, aku telah berhasil menyelesaikan semua bidang ilmu.” Ibnu Sina menguasai berbagai ilmu seperti hikmah, mantiq, dan matematika dengan berbagai cabangnya.

Kesibukannya di pentas politik di istana Mansur, raja dinasti Samani, juga kedudukannya sebagai menteri di pemerintahan Abu Tahir Syamsud Daulah Deilami dan konflik politik yang terjadi akibat perebutan kekuasaan antara kelompok bangsawan, tidak mengurangi aktivitas keilmuan Ibnu Sina. Bahkan safari panjangnya ke berbagai penjuru dan penahanannya selama beberapa bulan di penjara Tajul Muk, penguasa Hamedan, tak menghalangi beliau untuk melahirkan ratusan jilid karya ilmiah dan risalah.

Ketika berada di istana dan hidup tenang serta dapat dengan mudah memperoleh buku yang diinginkan, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menulis kitab Qanun dalam ilmu kedokteran atau menulis ensiklopedia filsafatnya yang dibeni nama kitab Al-Syifa’. Namun ketika harus bepergian beliau menulis buku-buku kecil yang disebut dengan risalah. Saat berada di dalam penjara, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menggubah bait-bait syair, atau menulis perenungan agamanya dengan metode yang indah.

Di antara buku-buku dan risalah yang ditulis oleh Ibnu Sina, kitab al-Syifa’ dalam filsafat dan Al-Qanun dalam ilmu kedokteran dikenal sepanjang massa. Al-Syifa’ ditulis dalam 18 jilid yang membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu alam dan ilahiyyat. Mantiq al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah.

Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi,



kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa.

Ibnu juga memiliki peran besar dalam mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Beliau menerjemahkan karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya akan masalah ruangan hampa, cahaya dan panas kepada khazanah keilmuan dunia.

Dikatakan bahwa Ibnu Sina memiliki karya tulis yang dalam bahasa latin berjudul De Conglutineation Lagibum. Dalam salah bab karya tulis ini, Ibnu Sina membahas tentang asal nama gunung-gunung. Pembahasan ini sungguh menarik. Di sana Ibnu Sina mengatakan, “Kemungkinan gunung tercipta karena dua penyebab. Pertama menggelembungnya kulit luar bumi dan ini terjadi lantaran goncangan hebat gempa. Kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi. Sebab sebagian permukaan bumi keras dan sebagian lagi lunak. Angin juga berperan dengan meniup sebagian dan meninggalkan sebagian pada tempatnya. Ini adalah penyebab munculnya gundukan di kulit luar bumi.”

Ibnu Sina dengan kekuatan logikanya -sehingga dalam banyak hal mengikuti teori matematika bahkan dalam kedokteran dan proses pengobatan- dikenal pula sebagai filosof tak tertandingi. Menurutnya, seseorang baru diakui sebagai ilmuan, jika ia menguasai filsafat secara sempurna. Ibnu Sina sangat cermat dalam mempelajari pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat. Ketika menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Beliau menguasai maksud dari kitab itu secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan ‘metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslim sebelumnya.

Dalam filsafat, kehidupan Abu Ali Ibnu Sina mengalami dua periode yang penting. Periode pertama adalah periode ketika beliau mengikuti faham filsafat paripatetik. Pada periode ini, Ibnu Sina dikenal sebagai penerjemah pemikiran Aristoteles. Periode kedua adalah periode ketika Ibnu Sina menarik diri dari faham paripatetik dan seperti yang dikatakannya sendiri cenderung kepada pemikiran iluminasi.

Berkat telaah dan studi filsafat yang dilakukan para filosof sebelumnya semisal Al-Kindi dan Farabi, Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat islam yang terkoordinasi dengan rapi. Pekerjaan besar yang dilakukan Ibnu Sina adalah menjawab berbagai persoalan filsafat yang tak terjawab sebelumnya.

Pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Sina seperti karya pemikiran dan telaahnya di bidang kedokteran tidak hanya tertuju pada dunia Islam tetapi juga merambah Eropa. Albertos Magnus, ilmuan asal Jerman dari aliran Dominique yang hidup antara tahun 1200-1280 Masehi adalah orang Eropa pertama yang menulis penjelasan lengkap tentang filsafat Aristoteles. Ia dikenal sebagai perintis utama pemikiran Aristoteles Kristen. Dia lah yang mengawinkan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles. Dia mengenal pandangan dan pemikiran filosof besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filsafat metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema-tema filosofis yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.

Ibnu Sina wafat pada tahun 428 hijriyah pada usia 58 tahun. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia dan namanya akan selalu dikenang sepanjang sejarah. Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar Iran di zamannya.

Tips Memotret Foto Sunset




Ada istilah yang mengatakan, seseorang belum bisa disebut fotograferlandscape, jika belum memotret Sunrise atau Sunset. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, demikian tips untuk kedua momentum tersebut:

- Datang lebih awal untuk persiapan serta menentukan spot di mana Anda akan memotret, mengingat momennya hanya berlangsung sekitar 30 menit.

- Gunakan Tripod dan Cable Release untuk meminimalisir getaran, karena kondisi (akan) sangat minim cahaya sehingga kita harus memotret denganspeed lambat. 

- Gunakan berbagai White Balance untuk mendapatkan berbagai warna yang berbeda.

- Gunakan Spot Metering atau Manual jika menggunakan Live View atau gunakan mode scene sunset/ sunrise jika menggunakan kamera saku.

Istilah-istilah dalam Photography



Dalam dunia fotografi, seorang fotografer tentu akrab dengan istilah-istilah fotografi, seperti ISO, AE, F, DOF, dan masih banyak lagi
istilah lainnya. Bagaimana dengan para pemula-pemula yang baru saja mengenal ataupun baru dalam dunia fotografi, contohnya seperti
saya, tentunya istilah-istilah ini masih dianggap asing, tapi teman-teman jangan berkecil hati, diblog ini saya akan membagikan berbagai
tips dan trik mengenai fotografi, termasuk dengan istilah-istilah di dunia fotografi dari A-Z. Berikut istilah-istilah umum yang sering dijumpai
dalam dunia fotografi:
A
Simbol untuk Auto yaitu mode otomatis penuh, mulai dari pengturan diafragma
(Aperture), Sutter Speed, ISO, Flash, dan lain sebagainya.
ASA/ ISO
Singkatan dari American Standards Assosiation atau disebut juga dengan istilah
ISO (International Organisation of Stanrization) adalah parameter yang digunakan
untuk mengukur tingkat kepekaan dan sensitifitas film dari cahaya. Semakin
rendah angka ASA / ISO (contoh 80), maka akan semakin rendah pula tingkat
kepekaan cahya pada film. Semakin tinggi ASA / ISO (misal 1600), maka makin
tinggi pila tingkat kepekaan cahya.
Aperture
Aperture adalah bukaan diafragma yang mengtur banyaknya cahaya yang akan diteruskan oleh lensa. Aperture dilambangkan dengan huruf
F, contoh F2.8, F4, F5.6, F8 dan seterusnya. Semakin kecil angka f, maka bukaan diafragma akan semakin besar, sedangkan semakin
besar angka f, maka bukaan diafragma akan semakin kecil.
AF
AFmerupakan istilah untuk Auto Focus atau fokus otomatis. AF adalah proses bekerjanya lensa secara otomatis untuk menemukan focus
dari objek yang akan difoto dengan cara menekan setengah dari tombol Shutter.
AV Priority
Merupakan pengturan kamera yang lebih memprioritaskan besarnya bukaan diafragma (Aperture), sementara Shutter Speed akan
menyesuaikan secara otomatis.
Blitz
Blitz disebut juga dengan flash, adalah cahaya kilat yang berguna untuk membantu pencahyaan pada objek ketika tombol shutter ditekan.
Bounce
Bounce adalah cahaya flash yang dipantulkan, sehingga cahaya tersebut tidak langsung memancar ke objek. Tujuan menggunakan bounce
adalah agar cahaya yang di hasilkan lebih lembut (Soft) dan merata.
Back light
Backlight adalah sumber cahaya yang berada dibelakang objek, sehingga akan menghasilkan effek siluet (Silhouete) pada foto.
Bulb
Bulb adalah Shutter Speed yang di tentukan sesuai dengan lamanya menekan tombol Shutter.
CCD
CCD atau Charge Couple Device digunakan sebagai media penangkap cahaya atau gambar pada kamera digital.
CMOS
CMOS adalah singkatan dari Complementary Metal Oxide Semiconductor, berfungsi sama dengan CCD, hanya saja konsumsi daya yang
dibutuhkan lebih rendah.
DOF
Singkatan dari Depth of Field, biasa disebut dengan ruang tajam, yaitu ruang tertentu pada gambar tampak lebih tajam, sehingga terlihat
detailnya, sementara ruang yang lain akan tampak lebih buram (blur).
Diafragma merupakan istilah lain dari Aperture.
Evaluative
Evaluative adalah istilah untuk pengukuran cahaya pada seluruh area gambar.
EXIF
EXIF merupakan singkatan dari Exchangeable Image File, yaitu informasi yang terekam pada saat pengmbilan foto, yaitu berupa waktu,
jenis kamera, aperture,Shutter Speed, dan lain sebagainya.
Exposure
Exposure adalah istilah untuk menyebut banyaknya cahaya yang tertangkap pada sensor kamera.
Exposure Compensation
Exposure Compensation adalah istilah untuk mengatur kompensasi cahaya sesungguhnya agar menjadi lebih terang atau gelap.
Focal Length
Focal Length merupakan panjang focal atau fokus, yaitu jarak antara lensa dengan titik focus pada sensor.
Fix Lens
FixLens adalah istilah untuk lensa Fix tau tetap, tidak dapat diatur jarak focalnya.
Flash
Flash merupakan istilah lain untuk Blitz.
Hot Shoe
HotShoe merupakan istilah untuk dudukan tempat flash tambahan.
ISO
Merupakan istilah lain untuk ASA.
M
M merupakan singkatan dari Manual, yaitu pengaturan kamera yang dilakukan secara manual, baik berupa Aperture, shutter Speed,
metering, focus,dan lain sebagainya.
Metering
Metering adalah prioritas pengukuran cahaya yang umumnya terdiri dari 3, yaitu Evaluative, Center weight, dan Spot.
MF
Adalah istilah untuk Manual Focus, yaitu focus yang diatur dengan cara manual dengan memutar focal lenght pada lensa. Kebalikan MF
adalah AF (Auto Focus).
Macro
Macro adalah teknik pengambilan foto dimana focus gambar hanya pada objek, sehingga dihasilkan gambar detail pada objek.
OE
OE merupakan singkatan dari Over exposure, yaitu cahaya yang masuk terlalu banyak, sehingga bagian yang terang akansemakin terang
dan cenderung silau dan berwarna putih.
P
P merupakan singkatan dari Program, yaitu mode pada kamera yang secara otomatis akan mengatur pembuakaan diafragma (Aperture) dan
Shutter Speed sesuai dengan kondisi cahaya pada saat objek gambar tersebut terekam. Pengaturan pencahayaan hanya dapat diatur pada
Exposure compensation.
Rana
Merupakan istilah lain untuk Shutter, yaitu tirai yang dapat membuka dan menutup untuk mengtur banyaknya cahaya yang masuk
kesensor. Semakin lama bukaan rana, maka cahaya yang masuk akan semakin banyak, kecepatan rana (Shutter Speed) menggunakan
satuan detik.
Red Eye
RedEye merupakan efek merah pada mata ketika pengambilan gambar yang dilakukan pada tempat gelap atau pada malam hari.
TV
Merupakan istilah untuk mode Shutter Speed priority, yaitu pengaturan kamera lebih diprioritaskan pada kecepatan bukaan rana (Shutter),
sementara bukaan diafragma (Aperture) akan menyesuaikan secaraotomatis.
Tele Lens
Adalah istilah untuk lensa tele, yaitu lensa yang digunakan untuk mendekatkan objek yang jauh.
TTL
TTL merupakan singkatan dari Trough The Lens, yaitu pengukuran cahaya yang dilakukan melalui lensa.
USM
USM adalah singkatan dari Ultrasonic Motor,yaitu motor penggerak dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi, yang terdapat pada lensa.
Motor ini akan bekerja ketika lensa di set pada mode AF (Auto Focus).
Under Exposure
Under Exposure adalah istilah untuk hasil foto yang tampak lebih gelap dari aslinya.
View finder
View finder merupakan sebutan untuk jendela bidik yang terdapat pada kamera.
Wide Angle
Wideangle adalah istilah untuk sudut yang lebar dan objek tampak menjadi lebih kecil dan jauh.
Zoom
Zoom merupakan istilah pada pengturan jarak dengan cara memutar (memajukan-memundurkan) fokal (FocalLength) pada lensa.
Sekian dulu istilah-istilah dalam fotografi yang dapat saya sampaikan, jika ada kesalahan dalam penulisan, pertanyaan dapat anda
lontarkan dalam kotak omentar. Kerena komentar dari anda merupakan faktor yang dapat membangun blog ini untuk menjadi lebih baik lagi.

Rabu, 20 Juni 2012

Contoh Feature


                                                       Ngontel ke kampus bukan hambatan

            Hilman adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Islam di Surabaya. Ia adalah mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi semester 4. Dia sangatlah berbeda dengan mahasiswa lain di kampusnya. Perjuangannya meraih mimpi begitu berat. Remaja yang hobinya futsal tersebut, bersepeda dari rumah ke kampus. Jarak rumahnya yang di Bulak Banteng Wetan dengan kampusnya di IAIN Sunan Ampel sangatlah jauh, yaitu 15 km. Hilman adalah anak kedua dari bapak Moch. Zuhdi (50) dengan ibu Nurul Safrohani (42). Sudah hampir 1,5 tahun dia mengayuh sepedanya ke kampus. Panasnya sinar matahari dan dinginnya malam serta jarak yang begitu jauh, tak dapat menyurutkan semangatnya dalam menuntut ilmu di bangku perkuliahan.
Hilman tak hanya kuliah, tapi ia juga bekerja dan berdagang pulsa di rumahya maupun di kampusnya. Tak jarang ia pulang malam untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosennya. Dan terkadang di hari libur kuliahnya, ia bekerja di pagi hingga malam hari untuk memeuhi kebutuhannya. Keluarga, dosen, sahabat, hingga pacarnya mendukung penuh dalam usahanya dalam berjuang untuk kuliah dan bekerja. Ada sebagian orang yang menertawakan usahanya berangkat ke kampus. Namun, tak jarang pula dia diberi ujian oleh orang disekitarnya. Dia pun pernah mengeluh, namun itu hanyalah keluhan sesaat dalam hatinya. Sampai suatu saat nanti, dia ingin menjadi seorang pengusaha yang sukses untuk membahagiakan orang terdekatnya.